Kelas IP Address


Pada awal mula desain IP address, IP address dibagi dalam beberapa kelas. Kelas IP dibedakan berdasarkan jumlah bits network ID. Masing-masing kelas memiliki jumlah network yang berbeda, dan jumlah host di tiap network yang berbeda pula. Pembagian IP address berdasarkan kelas ini sudah mulai ditinggalkan dan digantikan dengan sistem CIDR. Akan tetapi, ada baiknya kita coba lihat sejarah kelas IP address ini.







Kelas A


IP address kelas A biasa digunakan untuk jaringan dengan skala besar. Bits pertama di dalam IP address kelas A selalu diset dengan nilai 0 (nol). Bits kedua sampai bits ke delapan merupakan sebuah network identifier. 24 bit sisanya (atau tiga oktet terakhir) merepresentasikan host identifier. Dengan jumlah host identifier sampai 24 bits, artinya kelas A memiliki 16.777.214 host.





Kelas B


Kelas B biasa digunakan untuk jaringan skala menengah hingga skala besar. Dua bit pertama di dalam oktet pertama biasanya berupa bilangan biner 10. 14 bit berikutnya merupakan network identifer. Siswa 16 bit merepresentasikan host identifier. IP address kelas B memiliki 65.534 host.



Kelas C

Digunakan untuk jaringan berskala kecil. Tiga bit pertama bernilai biner 110. Kemudian 21 bit selanjutnya merupakan network identifier. Dan 8 bit sisanya merepresentasikan host identifer. Dengan begitu Ip address kelas C memiliki 254 host untuk setiap networknya.



Akan tetapi pada perkembangannya, alokasi kelas IP address dengan metode ini dirasa sudah tidak cocok dan sekarang kita beralih menggunakan metode Classless Inter-Domain Routing (CIDR)

Comments

Popular posts from this blog

Instalasi UserManager di MikroTik